Peringatan Hari Anak Nasional

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di SMA Wahid Hasyim Tersono difokuskan pada penanaman karakter, perlindungan hak anak, serta penyebaran pesan edukatif melalui media digital dan lingkungan sekolah. Sebagai sekolah yang memadukan pendidikan formal dan nilai-nilai religius, momentum ini digunakan untuk mengapresiasi potensi siswa.
Berikut adalah bentuk kegiatan dan cara SMA Wahid Hasyim Tersono dalam memperingati Hari Anak Nasional:
1. Edukasi Karakter dan Kasih Sayang
Pihak sekolah menggaungkan pesan utama berupa pengasuhan yang bijak dan penuh kasih sayang demi masa depan siswa. Prinsip yang ditekankan adalah:
- Merawat siswa dengan ketulusan cinta.
- Mendidik anak secara bijak agar tumbuh menjadi generasi cerdas.
- Membimbing dengan kasih demi membentuk akhlak mulia berlandaskan nilai Islam.
2. Kampanye dan Pesan Edukatif Digital
Sekolah memanfaatkan platform digital resmi untuk menyebarkan pesan positif kepada masyarakat luas. Melalui media sosial seperti Instagram SMA Wahid Hasyim Tersono, sekolah secara rutin membagikan poster ucapan dan kutipan motivasi guna mengingatkan pentingnya peran keluarga dan guru dalam menjaga mental anak.
3. Ruang Kreasi dan Pengembangan Bakat
Melalui konsep “Sekolah Kreatif”, peringatan HAN diwujudkan dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi ekspresi bakat siswa. Pengembangan minat ini disalurkan melalui berbagai organisasi dan ekstrakurikuler di bawah naungan sekolah:
- Organisasi Siswa: Melibatkan OSIS dan PK IPNU-IPPNU untuk melatih kepemimpinan yang ramah anak.
- Ekstrakurikuler Seni & Media: Mendorong siswa aktif dalam tim musik (WH Nada), seni, komputer, hingga kolaborasi pembuatan konten kreatif digital.
- Pengembangan Sosial: Melalui Pramuka dan PMR Wira untuk membangun jiwa kepedulian antarsaudara.
4. Sinergi Pesantren dan Sekolah Ramah Anak
Untuk mewujudkan lingkungan belajar yang menenangkan dan aman bagi perkembangan anak, sekolah bersinergi erat dengan pondok pesantren di sekitar wilayah Tersono. Integrasi ini memastikan anak tidak hanya berkembang secara intelektual (hard skill), tetapi juga terlindungi kesehatan mental dan spiritualnya (social skill)