
TERSONO – Suasana penuh semangat dan riuh tawa menyelimuti halaman belakang SMA Wahid Hasyim Tersono pada hari ini, Rabu (26/8/2026). Lembaga pendidikan ini menggelar rangkaian “Jadwal Kegiatan Lomba Semarak Kemerdekaan” untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga karyawan, tampak melebur menjadi satu dalam merayakan momen bersejarah bangsa dengan penuh sukacita dan sportivitas yang tinggi.
Sejak pagi buta, tepat pukul 06.30 WIB, atmosfer kompetisi dan kebersamaan sudah mulai terasa di area sekolah. Seluruh panitia pelaksana berkumpul di halaman belakang untuk melakukan persiapan akhir guna memastikan seluruh sarana dan prasarana lomba siap digunakan. Kerja keras kolektif dari All Panitia ini menjadi fondasi awal yang krusial demi kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian acara yang telah dirancang jauh-jauh hari.
Tepat pukul 07.00 WIB, acara dibuka dengan penampilan memukau dari WH Nada. Persembahan musik yang dibawakan oleh grup kebanggaan sekolah ini berhasil membakar semangat para peserta dan penonton yang memadati area lapangan. Melodi yang ceria dan penuh energi dari Sie Acara ini menjadi pemantik antusiasme, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pembukaan formal serta sambutan hangat dari Kepala Sekolah SMA Wahid Hasyim Tersono untuk menandai dimulainya kompetisi secara resmi.
Memasuki pukul 07.30 WIB, ketegangan perlahan berubah menjadi keseruan saat kategori Lomba Motorik khusus putra (Pa) dimulai di bawah koordinasi Nur Refa Oktaviana & Maulida Risqiana. Tak lama berselang, giliran Lomba Kursi Putar yang dipandu oleh Danish Oktaviana A. & Suci Dinul Q. mengambil alih perhatian. Gelak tawa penonton pecah menyaksikan para peserta yang tampak limbung dan berusaha keras mempertahankan keseimbangan demi memperebutkan kursi yang tersisa di tengah lapangan.
Keseruan semakin memuncak menjelang siang hari saat Lomba Makan Biskuit untuk kategori putra dan putri (Pa/Pi) dimulai pukul 08.30 WIB di bawah pengawasan Musyifa Nur Rahmawati & Meisya Rifa S. Para peserta harus menggerakkan otot-otot wajah mereka tanpa bantuan tangan untuk menggeser biskuit dari dahi ke dalam mulut. Setelah ketegangan lomba makan biskuit mereda, WH Nada kembali naik ke atas panggung pada pukul 08.45 WIB untuk memberikan persembahan kedua yang menyegarkan kembali stamina penonton.
Salah satu momen yang paling dinantikan dan mengundang perhatian massal terjadi pada pukul 09.00 WIB, yaitu Lomba Pancing Krupuk yang khusus diikuti oleh Guru & Karyawan. Dikoordinasi oleh Silvia Rahmawati & Kharisma Aulia Putri, perlombaan ini memperlihatkan sisi humanis dan jenaka dari para tenaga pendidik yang biasanya tampil formal di dalam kelas. Sorak-sorai dukungan dari para siswa bergemuruh riuh saat melihat guru favorit mereka berjuang menangkap kerupuk yang bergoyang ditiup angin.
Setelah menguras energi dalam berbagai perlombaan, seluruh peserta, guru, dan panitia mendapatkan waktu rehat yang berharga pada pukul 09.30 WIB. Momen istirahat dan menikmati hidangan MBG (Makan Bergizi Gratis) ini dikelola dengan sangat rapi oleh Sie Konsumsi. Sesi ini tidak hanya berfungsi untuk memulihkan energi fisik yang terkuras, tetapi juga menjadi ruang sosial yang hangat bagi seluruh warga sekolah untuk saling mengobrol, bercanda, dan mempererat tali silaturahmi.
Usai mengisi energi, kompetisi kembali membara pada pukul 10.00 WIB dengan dimulainya Lomba Bola Goyang (Pa) yang dikoordinasi oleh Muna Amalia C. & Zidna Izatun N., disusul langsung oleh Lomba Corong Air (Pa/Pi) di bawah arahan Ardhika Gian A. & Farel Lucky Pandora. Puncaknya, adu kekuatan fisik dan kekompakan tim tersaji dalam Lomba Tarik Tambang (Pa/Pi) pada pukul 11.00 WIB yang dipandu oleh Meifa Dewi Santika. Ketiga lomba penutup ini sukses menguras sisa tenaga namun meninggalkan kepuasan yang mendalam bagi tiap tim yang bertanding.
Seluruh rangkaian festival Semarak Kemerdekaan ini akhirnya resmi berakhir pada pukul 11.30 WIB melalui Upacara Penutupan yang sakral dan tertib. Dipimpin kembali oleh All Panitia, upacara ini menjadi momen apresiasi bagi para pemenang sekaligus penegasan bahwa esensi utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar piala atau hadiah. Melalui kegiatan ini, SMA Wahid Hasyim Tersono berhasil menanamkan nilai gotong royong, sportivitas, dan rasa cinta tanah air yang mendalam pada sanubari generasi mudanya.