
BATANG – Upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sejak dini terus digalakkan di wilayah Kabupaten Batang. Langkah nyata ini dibuktikan oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Batang yang menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi tanggap darurat kebakaran di SMA Wahid Hasyim Tersono pada Jumat, 2 Oktober 2026. Agenda penting ini sengaja dilaksanakan dengan melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari ratusan siswa-siswi dari berbagai kelas, jajaran dewan guru, hingga staf karyawan, guna memastikan rantai komando keselamatan di lingkungan sekolah dapat terbentuk secara menyeluruh.
Pelaksanaan kegiatan edukatif ini sejatinya sempat diwarnai sedikit dinamika di lapangan ketika rombongan armada dan personel dari tim Damkar Kabupaten Batang tiba di lokasi agak siang dari jadwal semula yang telah ditetapkan bersama pihak sekolah. Kendati demikian, keterlambatan waktu tersebut sama sekali tidak menjadi penghalang yang berarti bagi keberlangsungan acara, bahkan tidak mengurangi sedikit pun esensi dan bobot materi yang hendak disampaikan. Justru sebaliknya, kedatangan truk merah yang ikonik tersebut langsung membakar semangat para warga sekolah yang sudah tidak sabar untuk menimba ilmu keselamatan langsung dari para ahlinya.
Memasuki sesi pertama, para petugas Damkar yang berpengalaman langsung memberikan pembekalan teoretis secara lugas mengenai anatomi api, faktor-faktor pemicu kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga maupun instansi, hingga langkah-langkah preventif yang wajib dilakukan. Antusiasme yang luar biasa langsung terpancar dari raut wajah para siswa SMA Wahid Hasyim Tersono saat mereka menyimak penjelasan intensif mengenai pentingnya bersikap tenang dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. Dewan guru dan karyawan pun tampak sangat fokus mencatat poin-poin penting, menyadari bahwa pengetahuan mitigasi seperti ini sangat krusial demi melindungi aset sekolah yang paling berharga, yaitu keselamatan para murid.
Suasana sosialisasi semakin hidup dan menantang ketika kegiatan bergeser ke area lapangan terbuka sekolah untuk memulai sesi simulasi dan praktik langsung yang telah dipersiapkan oleh tim penjinak si jago merah. Salah satu materi praktik yang paling mendebarkan sekaligus memicu adrenalin adalah simulasi cara menjinakkan semburan api yang keluar akibat kebocoran pada regulator tabung gas elpiji. Sebelum praktik dimulai, para petugas Damkar terlebih dahulu mendemonstrasikan trik khusus dan teknik penanganan yang aman agar para siswa memahami bahwa api pada gas tidak akan meledak selama ditangani dengan prosedur yang tepat dan mental yang berani.
Setelah melihat demonstrasi dari petugas, satu per satu perwakilan siswa dengan penuh keberanian maju ke depan untuk mencoba mempraktikkan langsung trik memadamkan semburan api tersebut di bawah pengawasan ketat. Sorak-sorai penonton riuh rendah saat para siswa dengan langkah mantap mendekati tabung gas yang sedang menyala, lalu menerapkan teknik penutupan aliran oksigen menggunakan jari tangan atau mencabut regulator sesuai instruksi. Keberhasilan para siswa dalam memadamkan api gas ini seketika meruntuhkan rasa takut yang selama ini membayangi mereka, sekaligus membuktikan bahwa edukasi yang tepat mampu melahirkan tindakan yang taktis.
Tidak berhenti di situ, simulasi berlanjut ke skenario yang lebih menantang, di mana api disulut di dalam beberapa drum besi yang diumpamakan sebagai titik kebakaran vegetasi atau bangunan yang mulai meluas di beberapa sudut. Untuk mengatasi kobaran api yang lebih besar ini, tim Damkar mengajarkan metode pemadaman konvensional namun sangat efektif, yaitu menggunakan karung goni yang telah dibasahi dengan air. Teknik ini menuntut ketepatan arah angin dan keberanian untuk menyelimuti permukaan api secara utuh agar suplai udara terputus seketika, sebuah keterampilan dasar yang sangat berguna jika alat pemadam modern tidak tersedia di sekitar mereka.
Para siswa, guru, hingga karyawan secara bergantian membasahi karung goni, membentangkannya dengan teknik perlindungan diri yang benar, lalu berjalan perlahan mendekati drum yang membara untuk menjinakkan api. Momen ketika asap putih mengepul menandakan api telah padam sepenuhnya disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang memadati pinggir lapangan. Kerja sama dan keberanian yang ditunjukkan oleh warga SMA Wahid Hasyim Tersono ini mendapat apresiasi tinggi dari tim Damkar Kabupaten Batang, yang menilai bahwa respons dan daya tangkap sekolah ini sangat cepat dalam menguasai materi praktik.
Sebagai puncak dari seluruh rangkaian acara yang menguras energi dan konsentrasi sejak pagi hingga siang hari, suasana formal sosialisasi mendadak berubah menjadi festival kegembiraan yang luar biasa. Tim Damkar membuka katup tangki armada mereka dan menyemprotkan air bersih bertekanan tinggi menggunakan selang besar ke arah tengah lapangan, membentuk tirai hujan buatan yang megah. Luapan kegembiraan pun pecah seketika saat ratusan siswa tanpa ragu langsung berlarian ke tengah lapangan, membiarkan tubuh mereka basah kuyup di bawah guyuran air dingin di tengah teriknya siang itu.
Momen penutup ini benar-benar dinikmati oleh seluruh warga sekolah tanpa terkecuali, di mana para guru dan karyawan turut larut dalam tawa menyaksikan kebahagiaan anak-anak didik mereka yang merayakan keberhasilan menyerap ilmu baru. Melalui sosialisasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan ini, SMA Wahid Hasyim Tersono tidak hanya berhasil membekali warganya dengan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga menciptakan memori indah yang sarat akan nilai edukasi. Pihak sekolah berharap kerja sama sinergis dengan Damkar Kabupaten Batang ini dapat terus berlanjut di masa depan demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan tanggap darurat.