
Limpung, 20 September 2026 – Pekik takbir, lantunan ayat suci, dan sorak-sorai kompetitif bergemuruh memenuhi seisi kompleks SMK Ma’arif NU 01 Limpung pada Ahad, 20 September 2026. Sekolah vokasi terbaik di Batang Timur tersebut sukses bertransformasi menjadi episentrum pembinaan bakat setelah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan akbar Liga Pelajar NU 2026. Diselenggarakan secara visioner oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Batang, ajang tahunan ini terbukti ampuh menjadi ruang aktualisasi bagi ribuan kader muda NU se-Kabupaten Batang untuk menyeimbangkan antara syiar keagamaan dan ketangkasan olahraga modern. [1]
Atmosfer kompetisi yang sehat langsung terasa sejak fajar menyingsing saat seluruh kontingen mulai memadati lokasi perlombaan. Di antara barisan sekolah yang unjuk gigi, perhatian publik banyak tersedot oleh militansi dan semangat juang yang ditunjukkan oleh kontingen SMA Wahid Hasyim Tersono. Datang membawa rombongan delegasi terbaiknya, madrasah asal Tersono ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak geografis bukan menjadi penghalang untuk mengukir sejarah tinta emas dan bersaing ketat memperebutkan podium juara di level kabupaten.
Gemuruh tepuk tangan penonton pecah di aula utama seni saat delegasi andalan SMA Wahid Hasyim Tersono, Anggun Bilqis Safitri, naik ke atas panggung utama cabang Karaoke Religi. Membawakan tembang bernuansa Islami dengan teknik vokal yang matang serta penghayatan yang menyentuh kalbu, Anggun sukses memukau dewan juri sejak menit pertama. Keindahan artikulasi dan ketepatan nada yang ia bawakan tidak hanya menyebarkan syiar kedamaian, tetapi juga berhasil mengantarkannya naik ke podium tertinggi sebagai Juara 1, sebuah pencapaian yang kian menegaskan dominasi estetika musik Islami dari sekolahnya.
Keberhasilan luar biasa ini segera diikuti oleh torehan impresif dari panggung spiritual lainnya melalui cabang Musabaqa Tilawatil Quran (MTQ). Delegasi putra SMA Wahid Hasyim Tersono, Muhammad Fazza Rifanka, tampil dengan penuh kekhidmatan di hadapan para pemuji dan audiens. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang keluar dari lisan Fazza mengalun begitu indah dengan cengkok tajwid yang presisi dan nafas yang panjang. Lewat penampilannya yang syahdu tersebut, Fazza berhasil menyisihkan puluhan qari muda lainnya dari berbagai kecamatan dan berhak membawa pulang trofi kedigdayaan sebagai Juara 2 tingkat kabupaten.
Kendati sukses besar merajai cabang-cabang berbasis rohani, cerita perjuangan yang tak kalah dramatis juga tersaji dari arena digital panggung e-sports. Tim infanteri mekanis SMA Wahid Hasyim Tersono yang turun bertanding pada cabang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) harus terlibat dalam pertempuran taktis yang sengit melawan tim-tim tangguh lainnya. Melalui strategi draft pick yang alot dan jual beli serangan di Land of Dawn, tim MLBB Tersono telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik mereka di bawah koordinasi kapten tim.
Namun, dewi fortuna tampaknya belum berpihak pada divisi game modern mereka kali ini. Langkah strategis tim MLBB SMA Wahid Hasyim Tersono harus terhenti di tengah jalan sebelum berhasil mengamankan piala kontingen juara. Kendati belum diberikan kesempatan untuk mengangkat piala kemenangan di cabang olahraga elektronik tersebut, kekalahan ini sama sekali tidak meredupkan nyala api perjuangan mereka. Justru, momentum evaluasi ini diterima dengan kepala tegak sebagai bahan pembelajaran berharga demi meramu strategi yang lebih solid pada turnamen berikutnya.
Sejalan dengan semangat sportivitas yang dikampanyekan oleh PC IPNU-IPPNU Kabupaten Batang, hasil dari kompetisi ini memancarkan pesan moral bahwa esensi dari sebuah liga bukan sekadar piala, melainkan pembentukan karakter kader yang tangguh. Kalah dan menang adalah dua sisi mata uang yang pasti ada dalam setiap kompetisi. Rasa bangga yang membubung atas kemenangan Anggun dan Fazza, berpadu indah dengan rasa hormat atas kerja keras yang ditunjukkan oleh tim Mobile Legends, menciptakan harmoni kedewasaan dalam berkompetisi bagi keluarga besar sekolah. [1]
Evaluasi dan apresiasi pun terus mengalir deras pasca-penutupan acara secara resmi. Kepala sekolah beserta guru pendamping menyampaikan rasa syukur sedalam-dalamnya atas dedikasi tanpa batas yang telah ditunjukkan oleh seluruh atlet dan artis pelajar mereka. Kegagalan di satu lini tidak mengecilkan keberhasilan di lini yang lain, karena seluruh kontingen telah pulang membawa nama baik instansi. Slogan “Sukses selalu untuk SMA Wahid Hasyim Tersono!” pun terus menggema sebagai pemantik motivasi agar seluruh siswa terus konsisten dalam melatih potensi diri.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Liga Pelajar NU 2026 di SMK Ma’arif NU 01 Limpung sukses meninggalkan kesan mendalam bagi kemajuan dunia pendidikan dan organisasi kepemudaan di Batang. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelajar Nahdliyin mampu adaptif menguasai teknologi dan olahraga modern tanpa sedikit pun melupakan akar tradisi Islam yang kuat. Pulang dengan dada tegak dan membawa piala, kontingen SMA Wahid Hasyim Tersono siap menatap hari esok untuk kembali melahirkan prestasi-prestasi baru yang lebih mengejutkan di masa depan. [1]