Mengenang Mbah KH. Ahmad Mudlofir: Sang Muassis NU Desa Kebumen Kecamatan Tersono dan Jejak Abadi Pendiri SMA Wahid Hasyim Tersono


KEBUMEN, TERSONO – Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan gemuruh salawat menyelimuti Desa Kebumen, Kecamatan Tersono, sepanjang akhir pekan ini. Ribuan warga bersama para tokoh agama menyatu dalam kekhusyukan memperingati Haul ke-14 Mbah KH. Ahmad Mudlofir sekaligus Muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kebumen. Acara tahunan yang sakral ini berhasil menyedot perhatian luas dan membangkitkan spiritualitas masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan religius ini dimulai pada malam Ahad (15/08/2026) dengan menggelar Khataman Al-Qur’an secara serentak. Suasana syahdu langsung terasa saat bait-bait suci mulai dikumandangkan di pusat kegiatan. Kegiatan pembuka ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi magnet yang menyatukan hati warga dalam balutan ukhuwah islamiyah yang sangat kental.

Masyarakat dari berbagai usia tampak memadati lokasi sejak petang hari demi mengikuti jalannya khotmil Qur’an. Kekompakan warga Desa Kebumen terlihat jelas dari antusiasme mereka menyiapkan sarana dan prasarana acara secara swadaya. Malam pembuka tersebut sukses mengantarkan kekhusyukan mendalam sebagai modal spiritual untuk memasuki acara inti di hari berikutnya.
Memasuki Ahad pagi (16/08/2026), gelombang massa berpakaian putih mulai memadati area pemakaman desa sejak matahari baru saja terbit. Seluruh warga Desa Kebumen tumpah ruah turun ke jalan untuk melaksanakan agenda ziarah kubur massal. Mereka berjalan bersama menuju Maqam Mbah KH. Ahmad Mudlofir dengan khidmat guna memberikan penghormatan tertinggi kepada sang ulama karismatik.
Suasana di area makam mendadak bergetar hebat saat tahlil dan doa bersama mulai dilantunkan secara berjamaah. Menariknya, ziarah akbar ini tidak hanya diikuti oleh penduduk lokal, tetapi juga dihadiri oleh jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kecamatan Tersono. Kehadiran para tokoh struktural NU ini semakin menegaskan betapa besarnya pengaruh dan jasa Mbah KH. Ahmad Mudlofir semasa hidupnya.
Lautan manusia yang memadati makam menjadi bukti nyata bahwa api kecintaan terhadap ulama tidak pernah padam di hati masyarakat Tersono. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh sang muassis dinilai masih sangat relevan dan terus hidup di tengah generasi masa kini. Ziarah pagi ini pun sukses menjadi momen refleksi diri sekaligus perekat silaturahmi antar-pengurus NU di tingkat kecamatan.
Di sela-sela acara ziarah, kenangan akan rekam jejak perjuangan almarhum kembali diulas di hadapan para jemaah. Mbah KH. Ahmad Mudlofir tidak hanya dikenal sebagai penggerak roda organisasi NU struktural di tingkat desa maupun kecamatan. Beliau merupakan sosok visioner yang menaruh perhatian sangat besar terhadap masa depan generasi muda melalui jalur pendidikan formal.

Sejarah mencatat bahwa beliau merupakan salah satu Tokoh Pendiri penting yang meletakkan batu pertama berdirinya SMA Wahid Hasyim Tersono. Dedikasi beliau dalam dunia pendidikan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik gedung sekolah semata. Beliau terjun langsung menjadi seorang Pendidik yang mengayomi, mengajar, dan mentransfer ilmu-ilmu luhur kepada para muridnya dengan penuh keikhlasan.
Keberadaan SMA Wahid Hasyim Tersono hingga saat ini menjadi bukti nyata dari warisan intelektual dan spiritual yang beliau tinggalkan. Banyak alumni didikan beliau yang kini telah sukses menjadi tokoh masyarakat dan penggerak kemajuan di berbagai lini. Jasa besar beliau sebagai pionir pendidikan formal berbasis islami di Tersono akan selalu terukir abadi di sanubari masyarakat.
Setelah jeda untuk menunaikan ibadah sholat Dzuhur berjamaah, atmosfer religius di Desa Kebumen justru semakin memuncak. Warga kembali berkumpul dengan tertib untuk mengikuti puncak acara yang sudah dinanti-nantikan. Acara inti ini mengombinasikan dua momentum besar, yaitu Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Mbah KH. Ahmad Mudlofir.
Gema salawat nabi yang diiringi rebana seketika membakar semangat dan memicu rasa haru para jemaah yang hadir. Dalam khotbah pembuka, panitia menyampaikan bahwa kolaborasi acara maulid dan haul ini sengaja dirancang untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, sekaligus meniru konsistensi perjuangan Mbah KH. Ahmad Mudlofir dalam menyiarkan agama Islam di tanah Tersono.
Acara akbar ini akhirnya ditutup dengan doa keselamatan bagi bangsa dan keberkahan untuk seluruh warga Desa Kebumen Kecamatan Tersono. Keberhasilan jalannya seluruh rangkaian acara dari malam hingga siang hari ini menorehkan catatan sejarah baru tentang kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat. Agenda tahunan ini pun sukses memperkokoh fondasi keagamaan dan tradisi NU di Kecamatan Tersono.